Nuzulul Qur’an merupakan salah satu peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini menandai turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Sejak saat itulah Al-Qur’an menjadi pedoman hidup bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan di dunia.
Setiap datangnya bulan suci Ramadhan, peringatan Nuzulul Qur’an selalu dimaknai dengan penuh rasa syukur. Melalui kegiatan tersebut, umat Islam diajak untuk kembali mengingat bagaimana Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Selain itu, momentum ini juga sering dimanfaatkan untuk memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, peringatan Nuzulul Qur’an juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Kebersamaan antara pemerintah gampong, tokoh agama, serta masyarakat dapat semakin diperkuat melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini selalu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat.
Dalam rangka memperingati Hari Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah, Pemerintah Gampong Ie Masen Kayee Adang bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) An-Nur telah melaksanakan sebuah kegiatan keagamaan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 06 Maret 2026 yang berlokasi di Masjid An-Nur Gampong Ie Masen Kayee Adang.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama antara Pemerintah Gampong Ie Masen Kayee Adang dengan Badan Kemakmuran Masjid An-Nur. Persiapan kegiatan telah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Berbagai unsur masyarakat turut dilibatkan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan ke Masjid An-Nur. Suasana kebersamaan terlihat begitu terasa. Masjid yang menjadi pusat kegiatan dipenuhi oleh jamaah yang ingin mengikuti rangkaian acara peringatan Nuzulul Qur’an.
Selain masyarakat gampong, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, serta perwakilan dari gampong sekitar. Kehadiran para tamu undangan tersebut semakin menambah semarak kegiatan yang diselenggarakan.
Adapun tamu undangan yang hadir dalam kegiatan ini antara lain:
- Camat Syiah Kuala
- Kantor Urusan Agama (KUA) Syiah Kuala
- Kapolsek Syiah Kuala
- Danramil 25 Syiah Kuala
- Dandeninteldam Iskandar Muda
- Imum Mukim Kayee Adang
- Perwakilan Gampong Meunasah Papeun
- Perwakilan Gampong Peurada
- Perwakilan Gampong Lamglumpang
- Perwakilan Gampong Lamgugob
- Perwakilan dari Pondok Pesantren Babun Najah
Namun demikian, terdapat beberapa gampong yang tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut. Hal ini disebabkan karena pada waktu yang sama mereka juga melaksanakan kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an di wilayah masing-masing.
Adapun gampong yang tidak dapat berhadir adalah Gampong Kota Baru, Gampong Pineung, Gampong Doy, serta Gampong Ie Masen Ulee Kareng. Meskipun demikian, semangat kebersamaan dan ukhuwah antar gampong tetap terjaga dengan baik.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah tradisi memasak “kuah beulangong”, yang merupakan masakan khas tradisional Aceh. Tradisi ini sering dilakukan dalam kegiatan-kegiatan besar masyarakat sebagai bentuk kebersamaan dan gotong royong.
Pada kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an kali ini, masyarakat Gampong Ie Masen Kayee Adang memasak kuah beulangong sebanyak 23 belanga. Proses memasak dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat gampong.
Sejak siang hari, berbagai bahan masakan telah dipersiapkan oleh panitia dan masyarakat. Selanjutnya, proses memasak dilakukan di sekitar area masjid. Beberapa warga terlihat mengaduk kuah di dalam belanga besar, sementara yang lainnya membantu menyiapkan bahan serta perlengkapan lainnya.
Kegiatan memasak tersebut tidak hanya sekadar menyiapkan hidangan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan antar warga. Semangat gotong royong tampak jelas dalam setiap proses yang dilakukan.
Aroma khas kuah beulangong yang dimasak secara perlahan mulai tercium di sekitar lokasi kegiatan. Hal ini tentu menambah semarak suasana menjelang waktu berbuka puasa.
Setelah kegiatan keagamaan selesai dilaksanakan, hidangan kuah beulangong kemudian disajikan kepada para tamu undangan serta masyarakat yang hadir. Hidangan tersebut menjadi menu utama dalam jamuan makan bersama.
Selain itu, hidangan kuah beulangong juga disiapkan sebagai sajian berbuka puasa bersama bagi masyarakat Gampong Ie Masen Kayee Adang. Suasana berbuka puasa bersama pun berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, berbagai manfaat dapat dirasakan oleh masyarakat. Pertama, nilai-nilai Al-Qur’an kembali diingatkan kepada seluruh jamaah yang hadir. Kedua, hubungan silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat dapat semakin diperkuat.
Selain itu, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Tradisi gotong royong yang telah lama menjadi budaya masyarakat Aceh dapat terus dijaga dan dilestarikan.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Masjid juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, serta kebersamaan bagi masyarakat.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dapat semakin meningkat. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an diharapkan dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Gampong Ie Masen Kayee Adang bersama Badan Kemakmuran Masjid An-Nur juga berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa yang akan datang. Partisipasi masyarakat yang begitu tinggi menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan masih sangat dihargai dan dijaga oleh masyarakat.
Semoga melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, kita semua dapat semakin dekat dengan Al-Qur’an. Semoga pula keberkahan Ramadhan senantiasa menyertai setiap langkah kita.
Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam kehidupan.
Semoga kebersamaan dan keberkahan ini terus terjaga di tengah masyarakat.
