Tim Penyusun RKPG 2027 Gelar Rapat Perdana
Banda Aceh, 12 Agustus 2026 — Rapat Tim Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) Tahun Anggaran 2027 telah dilaksanakan di Ruang Sidang [&...
Rasakan Hangatnya Sambutan Gampong Kami
Rasakan Hangatnya Sambutan Gampong Kami
Fitur ini memudahkan warga untuk mengakses layanan publik secara online
Nama "Ie Masen" berasal dari bahasa Aceh, yang berarti air asin. Hal ini mengacu pada kondisi geografis wilayah ini yang berada dekat dengan pantai dan memiliki aliran air payau atau asin di beberapa wilayahnya. Sumber-sumber air ini dipercaya berasal dari percampuran antara air laut dan air tanah, yang dulunya digunakan oleh masyarakat sebagai kebutuhan rumah tangga dan pengairan tambak. Sementara itu, "Kayee Adang" secara harfiah berarti pohon adang, yaitu sejenis pohon yang dahulu tumbuh subur di daerah ini. Pohon adang dikenal masyarakat sebagai tanaman yang memiliki nilai guna baik sebagai bahan bakar, kayu bangunan, maupun keperluan adat. Kombinasi dua unsur nama ini mencerminkan karakteristik alam dan kekayaan hayati wilayah tersebut.
Pembangunan di Gampong berfokus pada peningkatan infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian budaya lokal.
Pengelolaan keuangan Gampong dilakukan secara transparan untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Gampong Ie Masen Kayee Adang merupakan salah satu gampong (desa) yang berada di Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Secara historis, nama “Ie Masen Kayee Adang” memiliki makna dan akar budaya yang erat kaitannya dengan kekayaan alam serta tradisi masyarakat Aceh pada masa lampau.
Nama “Ie Masen” berasal dari bahasa Aceh, yang berarti air asin. Hal ini mengacu pada kondisi geografis wilayah ini yang berada dekat dengan pantai dan memiliki aliran air payau atau asin di beberapa wilayahnya. Sumber-sumber air ini dipercaya berasal dari percampuran antara air laut dan air tanah, yang dulunya digunakan oleh masyarakat sebagai kebutuhan rumah tangga dan pengairan tambak.
Sementara itu, “Kayee Adang” secara harfiah berarti pohon adang, yaitu sejenis pohon yang dahulu tumbuh subur di daerah ini. Pohon adang dikenal masyarakat sebagai tanaman yang memiliki nilai guna baik sebagai bahan bakar, kayu bangunan, maupun keperluan adat. Kombinasi dua unsur nama ini mencerminkan karakteristik alam dan kekayaan hayati wilayah tersebut.
Gampong Ie Masen Kayee Adang telah ada sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam dan mengalami berbagai transformasi sosial serta politik seiring dengan perjalanan sejarah Aceh, termasuk masa penjajahan, konflik, hingga era otonomi khusus. Dalam perkembangan administrasi modern, gampong ini menjadi bagian dari wilayah Kota Banda Aceh setelah pemekaran dan penataan wilayah yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
Dewasa ini, Gampong Ie Masen Kayee Adang dikenal sebagai gampong yang berkembang di tengah urbanisasi Kota Banda Aceh, namun tetap menjaga nilai-nilai adat istiadat dan kearifan lokal. Penduduknya hidup dari beragam sektor seperti perdagangan, jasa, pendidikan, dan sebagian pertanian skala kecil.
Aplikasi ini juga digunakan oleh perangkat desa serta beberapa klinik bersalin di lingkungan Kota Banda Aceh
Memberikan kemudahan kepada masyarakat Gampong dalam mengajukan administrasi yang dikeluarkan Pemerintah Gampong
Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat, Sampaikan laporan Anda langsung kepada instansi pemerintah berwenang
Setiap gambar adalah cerita. Nikmati perjalanan visual melalui galeri yang menampilkan kehidupan, tradisi, dan keindahan Gampong kami.

KEUCHIK GAMPONG

SEKRETARIS GAMPONG

KEPALA SEKSI KESEJAHTERAAN

KEPALA SEKSI PELAYANAN

KEPALA URUSAN UMUM

KEPALA SEKSI PEMERINTAHAN

KEPALA URUSAN KEUANGAN




Banda Aceh, 12 Agustus 2026 — Rapat Tim Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) Tahun Anggaran 2027 telah dilaksanakan di Ruang Sidang [&...
Banda Aceh, 06 Agustus 2026 – Pelatihan Fardhu Kifayah telah diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dala...
Banda Aceh, 31 Juli 2026 – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan melalui kegiatan gotong royong yang dilaksana...