Asal Usul & Sejarah
Nama "Ie Masen" berasal dari bahasa Aceh, yang berarti air asin. Hal ini mengacu pada kondisi geografis wilayah ini yang berada dekat dengan pantai dan memiliki aliran air payau atau asin di beberapa wilayahnya. Sumber-sumber air ini dipercaya berasal dari percampuran antara air laut dan air tanah, yang dulunya digunakan oleh masyarakat sebagai kebutuhan rumah tangga dan pengairan tambak.
Sementara itu, "Kayee Adang" secara harfiah berarti pohon adang, yaitu sejenis pohon yang dahulu tumbuh subur di daerah ini. Pohon adang dikenal masyarakat sebagai tanaman yang memiliki nilai guna baik sebagai bahan bakar, kayu bangunan, maupun keperluan adat. Kombinasi dua unsur nama ini mencerminkan karakteristik alam dan kekayaan hayati wilayah tersebut.