Banda Aceh, 16 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting di tingkat gampong, Pemerintah Gampong Ie Masen Kayee Adang menyelenggarakan Rembuk Stunting Tahun 2026 pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan desa yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Rembuk Stunting merupakan forum musyawarah yang mempertemukan seluruh unsur pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi berbagai permasalahan, serta menyusun langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 47 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka berasal dari berbagai unsur yang memiliki peran penting dalam pembangunan gampong, yaitu Pemerintah Gampong, Tuha Peut Gampong (TPG), Pendamping Desa, Puskesmas Kopelma Darussalam, Bidan Desa, TP-PKK Gampong Ie Masen Kayee Adang, serta Guru PAUD. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya pencegahan stunting secara terpadu dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka dan dipimpin langsung oleh Keuchik Gampong Ie Masen Kayee Adang (Ir. Muhammad Kasim). Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata. Sebaliknya, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh kerja sama seluruh unsur pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, tenaga kesehatan, pendidik, serta partisipasi aktif masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masa tersebut merupakan periode yang sangat menentukan pertumbuhan fisik maupun perkembangan kecerdasan anak. Oleh sebab itu, seluruh program yang direncanakan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, serta keluarga yang menjadi sasaran prioritas.
Selanjutnya, pemaparan mengenai pelaksanaan Rembuk Stunting disampaikan secara langsung oleh Kepala Puskesmas Kopelma Darussalam (Maryani, SKM, M.Kes). Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama. Selain dipengaruhi oleh asupan gizi, kondisi tersebut juga berkaitan erat dengan kualitas pelayanan kesehatan, sanitasi lingkungan, pola asuh keluarga, serta akses terhadap air bersih.
Berbagai strategi percepatan penurunan stunting turut dijelaskan kepada seluruh peserta. Penjelasan tersebut mencakup pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang, imunisasi lengkap, pemantauan tumbuh kembang balita, serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, peserta memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai bentuk intervensi yang harus dilaksanakan secara terpadu.
Sementara itu, Analisa Masalah dipaparkan oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM), Yuni Maisarah, S.T. Data hasil pendataan Rumah Tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (RT 1.000 HPK) yang telah dilaksanakan berdasarkan Peta Sosial Dasar dipresentasikan sebagai bahan utama dalam proses pembahasan. Data tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi riil masyarakat sehingga berbagai program yang akan dirancang nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Dalam pemaparan tersebut juga dijelaskan berbagai faktor yang masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan stunting. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah gampong, tenaga kesehatan, kader, lembaga pendidikan, serta masyarakat agar setiap permasalahan dapat ditangani secara tepat sasaran.
Seluruh peserta kemudian mengikuti sesi diskusi yang berlangsung secara aktif dan konstruktif. Berbagai masukan, pengalaman, serta usulan disampaikan sebagai bagian dari proses penyusunan perencanaan pembangunan desa. Melalui forum tersebut, setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan berdasarkan kondisi yang ditemui di lingkungan masing-masing.
Adapun beberapa agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam Rembuk Stunting Tahun 2026 meliputi:
- Hasil Pendataan Rumah Tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (RT 1.000 HPK) oleh Kader Pembangunan Manusia berdasarkan Peta Sosial Dasar.
- Pembahasan berbagai permasalahan serta gagasan intervensi terhadap 13 Paket Layanan yang akan dimasukkan dalam Perencanaan Desa Tahun Anggaran 2027.
- Penyusunan prioritas usulan kegiatan pencegahan stunting yang akan menjadi bagian dari Rencana Kerja Pemerintah Gampong Tahun Anggaran 2027.
- Penyampaian Laporan Evaluasi Kinerja Kader Pembangunan Manusia sebagai bahan evaluasi sekaligus peningkatan kualitas pendampingan kepada masyarakat.
Selama proses pembahasan berlangsung, berbagai data dan usulan dianalisis secara bersama-sama. Setiap program dipertimbangkan berdasarkan tingkat kebutuhan, jumlah sasaran, ketersediaan anggaran, serta potensi dampak yang akan dihasilkan. Dengan cara tersebut, prioritas kegiatan diharapkan dapat disusun secara objektif, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain membahas aspek perencanaan, forum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat koordinasi antar instansi. Komunikasi yang baik diyakini akan mempercepat pelaksanaan berbagai program lintas sektor sehingga intervensi yang diberikan dapat saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Melalui Rembuk Stunting ini, komitmen seluruh pemangku kepentingan kembali diperkuat untuk terus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Gampong Ie Masen Kayee Adang. Program yang akan dilaksanakan nantinya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta memperluas akses terhadap layanan dasar yang berkualitas.
Ke depan, hasil kesepakatan yang telah dirumuskan dalam forum ini akan dijadikan sebagai dasar penyusunan program dan kegiatan pencegahan stunting pada Tahun Anggaran 2027. Selanjutnya, program-program tersebut akan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan gampong sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan secara terarah, berkesinambungan, dan akuntabel.
Pemerintah Gampong Ie Masen Kayee Adang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan memberikan kontribusi dalam pelaksanaan Rembuk Stunting Tahun 2026. Partisipasi aktif dari seluruh unsur diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.
Melalui semangat kebersamaan, koordinasi yang kuat, serta kolaborasi seluruh pihak, upaya pencegahan stunting diyakini akan memberikan hasil yang lebih optimal. Dengan demikian, cita-cita untuk mewujudkan Gampong Ie Masen Kayee Adang yang sehat, sejahtera, dan bebas stunting dapat diwujudkan secara bertahap melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
