Banda Aceh – Kegiatan Peusijuk Calon Jama’ah Haji Tahun 2026 telah dilaksanakan pada hari Minggu, 03 Mei 2026. Kegiatan ini bertempat di Mesjid An-Nur Gampong Ie Masen Kayee Adang. Pelaksanaan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Suasana religius sangat terasa sejak awal kegiatan dimulai.
Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta unsur Badan Kemakmuran Mesjid (BKM). Kehadiran keluarga jamaah juga terlihat memenuhi area mesjid. Dengan demikian, nuansa haru dan kebersamaan dapat dirasakan secara menyeluruh. Partisipasi masyarakat menunjukkan dukungan yang kuat terhadap para calon jamaah.
Selanjutnya, kegiatan peusijuk dilaksanakan sebagai bagian dari tradisi adat Aceh. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai-nilai kearifan lokal terus dijaga melalui kegiatan tersebut. Oleh karena itu, pelaksanaan peusijuk tidak hanya bersifat seremonial. Kegiatan ini juga mengandung makna spiritual yang mendalam.
Dalam prosesi ini, doa dan harapan keselamatan telah dipanjatkan bersama. Para calon jamaah didoakan agar diberikan kesehatan dan kelancaran. Selain itu, perlindungan selama perjalanan juga menjadi harapan utama. Dengan demikian, kesiapan spiritual jamaah semakin diperkuat.
Adapun jumlah Calon Jama’ah Haji Tahun 2026 sebanyak 15 orang. Data jamaah telah dihimpun dan diumumkan secara resmi. Informasi tersebut disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk keterbukaan. Rincian nama calon jamaah adalah sebagai berikut:
- Helmi Zakir Bin Zainun Abbas
- Desi Khairumi Hizas Binti Helmi Zakir
- Satria Bin Helmi Zakir
- Hamdani Bin Sihat Mukmin
- Hasrida Sari Binti Syamsuar Rangkuti
- Syahrul Bin Idris
- Rosmala Dewi Binti Sulaiman Yunus
- Akmal Dzakwan Bin Syahrul
- Muhammad Hasan Bin Ahmad
- Ernawati Binti Moehammad
- Akbar Hikmi Bin Abdul Djalil
- Halmahera Binti Jalinus Yunus TH
- T Zulfian Z Bin Zulkifli Yai
- Muhammad Hasbi Bin Amiruddin
- Nurbaiti Binti Muhammad Yusuf
Kemudian, prosesi peusijuk dipimpin oleh Ketua BKM Mesjid An-Nur, Ir. H. T. Machsalmina Ali, MM. Pelaksanaan prosesi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Doa-doa dipanjatkan secara khusyuk oleh seluruh peserta. Tepung tawar diberikan sebagai simbol keberkahan dan keselamatan.
Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian nasihat keagamaan. Nasihat tersebut diberikan sebagai bekal bagi para calon jamaah. Materi yang disampaikan berfokus pada kesiapan ibadah haji. Dengan demikian, pemahaman jamaah terhadap pelaksanaan ibadah semakin meningkat.
Selain itu, sambutan resmi disampaikan oleh Keuchik Gampong Ie Masen Kayee Adang, Ir. Muhammad Kasim. Dalam sambutan tersebut, rasa syukur telah disampaikan atas kesempatan yang diperoleh. Keberangkatan jamaah dinilai sebagai kebahagiaan bersama. Hal ini juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat gampong.
Lebih lanjut, beberapa pesan penting telah disampaikan kepada para calon jamaah. Para jamaah diingatkan agar menjaga niat yang tulus. Kesehatan fisik dan kesiapan mental juga ditekankan. Oleh sebab itu, seluruh rangkaian ibadah diharapkan dapat dijalankan dengan baik dan lancar.
Selain itu, masyarakat juga telah diajak untuk terus memberikan doa. Dukungan moral dinilai sangat penting dalam perjalanan ibadah haji. Dengan adanya dukungan tersebut, para jamaah diharapkan lebih siap. Rasa kebersamaan antarwarga pun semakin diperkuat.
Kemudian, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi. Interaksi antarwarga terlihat terjalin dengan baik selama kegiatan berlangsung. Suasana kekeluargaan tampak semakin kuat. Oleh karena itu, nilai sosial dalam kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya.
Sebagai penutup, doa bersama telah dipanjatkan oleh seluruh peserta kegiatan. Harapan keselamatan dan kelancaran disampaikan secara tulus. Para jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan sempurna. Selain itu, kepulangan dalam keadaan selamat juga menjadi harapan bersama.
